Dalam dunia aquascaping, nama Yusuke Homma dikenal sebagai salah satu Suikei creator terbaik yang lahir dari tangan dingin sang legenda, Takashi Amano. Untuk pertama kalinya, Homma-san datang ke Green Aqua, Hungaria, membagikan pengalaman, filosofi, serta teknik aquascaping kepada para pecinta Nature Aquarium melalui sebuah workshop eksklusif.
Kedatangan Homma-san bukan sekadar acara teknis, melainkan sebuah perjalanan spiritual tentang bagaimana manusia dapat belajar melihat dan merasakan alam dengan hati — warisan terbesar yang diturunkan Amano kepadanya.
Mengenang Takashi Amano: Akar dari Nature Aquarium
Sebelum memulai workshop, Homma memperkenalkan kembali sosok Takashi Amano — pendiri ADA, fotografer alam, dan bapak Nature Aquarium. Amano kecil tumbuh di Niigata, sebuah wilayah kaya laguna dan lahan basah. Di sanalah ia menghabiskan masa kecilnya: menangkap ikan, mengamati tanaman air, dan hidup menyatu dengan alam.
Namun, perang menghapus semua itu. Laguna-laguna yang ia cintai berubah menjadi sawah. Dari kehilangan itulah lahir keinginan Amano untuk mengembalikan alam ke dalam kaca, menciptakan dunia kecil yang hidup, seimbang, dan murni. Itulah cikal bakal dari Nature Aquarium.
Menurut Homma, Nature Aquarium bukan sekadar estetika. Ini adalah ekosistem mini: cahaya → CO₂ → tanaman → oksigen → ikan, udang, mikroorganisme — semua bekerja bersama dalam harmoni.
Amano sebagai Fotografer: Dua Dunia dalam Satu Prinsip
Homma menjelaskan bahwa membuat Nature Aquarium mirip dengan mengambil foto alam. Keduanya memiliki frame — ruang terbatas di mana kreator mencoba menghadirkan harmoni dan makna.
Amano menggunakan kamera format besar yang beratnya luar biasa. Semua itu dilakukan agar gambar-gambar alam tetap abadi dalam bentuk fisik. Ia ingin anak-anak 100 tahun kemudian tahu seperti apa rupa dunia yang belum tersentuh manusia.
Menemukan Inspirasi di Hutan Hungaria
Sebelum memulai layout, Homma diajak ke sebuah sungai kering. Meskipun tanpa air, bentuk bebatuan, alur tanah, serta bayangan dari pepohonan menunjukkan jejak aliran air yang pernah membentuknya.
Homma langsung jatuh cinta pada tempat itu. Ia memotret banyak sudut, mencari cahaya terbaik, dan memutuskan bahwa layout aquascape yang akan dibuat akan terinspirasi dari lanskap tersebut.
Sama seperti Amano, Homma percaya bahwa inspirasi muncul ketika kita benar-benar diam dan mendengarkan alam. Ia bahkan meminta tim Green Aqua untuk hening beberapa menit di tengah hutan, agar suara angin, burung, dan suasana spiritual hutan bisa dirasakan sepenuhnya.
Membangun Hardscape: Menghidupkan Aliran Sungai
Pada workshop, Homma menggunakan akuarium 120-P. Ia dibantu Tomi, seperti ia dulu membantu Amano.
1. Menyiapkan Pondasi Tanah
Homma menggunakan:
Power Sand Advance
Bacter 100
Clear Super
Tourmaline BC
Soil Amazonia 2
Ia menekankan pentingnya kerapian — “Ini kanvasmu. Pondasi yang rapi akan menghasilkan karya seni yang indah.”
2. Menyusun Kayu & Batu
Homma memilih sepotong ironwood besar yang menurutnya punya karakter mirip bebatuan sungai kering yang dilihat sehari sebelumnya. Prinsipnya:
Kayu harus memberi arah aliran (left → right).
Ujung batu harus menyatu alami dengan bentuk kayu.
Susunan tidak boleh simetris.
Kayu sebaiknya miring untuk menambah kedalaman dan dinamika.
Ia menolak “keindahan buatan” dan selalu mencari cara agar komposisi terlihat seolah-olah dibuat oleh alam sendiri.
Menanam Tanaman: Teknik Campuran ala Amano
Homma memulai dari foreground, menggunakan:
Glossostigma elatinoides
Helanthium tenellum
Hairgrass
Staurogyne repens
Sagittaria subulata
Cyperus helferi
Dan berbagai tanaman stem seperti Mattogrossense, Mayaca, dan Hygrophila
Teknik Homma (warisan Amano):
Tanam dalam untuk Glossostigma, sisakan hanya sedikit daun di permukaan.
Tambah air sedikit demi sedikit agar tanah tidak berlumpur.
Campur tanaman stem untuk menciptakan kesan alami.
Letakkan tanaman di titik-titik yang memperkuat kedalaman, terutama di batas antara batu dan kayu.
Mengenai moss, ia memakai:
Riccardia
Taiwan moss
Dipasang dengan moss cotton secara bertahap dan berirama: permukaan lebar, permukaan sempit, lalu ulangi.
Filosofi Homma: Melihat Dengan Hati
Homma berkali-kali mengingatkan bahwa aquascaping bukan hanya soal teknik, tapi juga rasa. Ia berkata: “Jika hatimu tidak tersentuh oleh apa yang kamu lihat, kamu tidak bisa menangkapnya — tidak dalam foto, tidak dalam layout.”
Amano pernah mengajarkannya bahwa karya terbaik adalah karya yang tidak terlihat seperti dibuat manusia. Ketika sebuah aquarium tampak seperti cuplikan alam yang utuh, maka itulah puncak Nature Aquarium.
Hasil Setelah 6 Minggu: Ekosistem yang Hidup
Enam minggu setelah acara, tank tersebut berkembang luar biasa. Semua tanaman menyebar dan mengisi ruang, menciptakan kompetisi alami yang sehat. Ikan dan tanaman hidup harmonis, menjadikan tank ini salah satu yang paling beragam di Green Aqua.
Satu masalah kecil tersisa: batu besar pemberat kayu belum bisa dilepas karena kayunya masih mengapung. Namun, tim memilih bersabar dan tidak merekatkan kayu dengan lem demi menghormati filosofi ADA dan Homma.
Warisan Amano Hidup Melalui Generasi Baru
Workshop ini menunjukkan bahwa Nature Aquarium bukan sekadar hobi, tetapi perjalanan menemukan hubungan manusia dengan alam. Melalui ajaran Amano, Homma terus menghidupkan warisan tersebut, mengajarkan bahwa:
Aquascape adalah seni.
Aquascape adalah ekosistem.
Aquascape adalah cara manusia belajar dari alam.
Dengan melihat, mendengar, dan merasakan alam dengan sepenuh hati, siapa pun dapat menciptakan dunia kecil yang penuh kehidupan di dalam sebuah kaca.
*Artikel ini bersumber dari: Green Aqua - youtu.be, yang diuploud tanggal 20 November 2025 dan penyusun akses pada tanggal 24 November 2025.
